Iklan Banner Atas

Misi Penyelamatan "Wi-Fi" yang Berakhir dengan Pemadaman Listrik

<h1>Misi Penyelamatan "Wi-Fi" yang Berakhir dengan Pemadaman Listrik</h1>

<p>Nama saya Budi. Sebagai orang yang merasa punya bakat alami dalam segala hal yang berbau elektronik, saya sering dianggap sebagai "IT Support" pribadi oleh istri saya, Rina. Masalahnya, bakat saya itu sebenarnya lebih ke arah "nekat" daripada "paham".</p>

<p>Sabtu siang itu, internet di rumah tiba-tiba lemot. Rina sedang ada *deadline* pekerjaan penting. "Yang, tolong benerin Wi-Fi dong, ini lagi *loading* terus dari tadi!" teriaknya dari ruang kerja.</p>

<p>Saya pun bergerak dengan gaya seorang teknisi profesional. Saya menuju ke kotak router di sudut ruangan. Saya melihat banyak kabel yang menjuntai di sana. Logika saya berkata: "Kalau internetnya macet, berarti kabelnya harus dicabut dulu supaya 'segar' lagi."</p>

<p>Saya mencabut semua kabel yang terhubung ke router. Tapi, karena area di sudut itu gelap dan kabelnya saling melilit, saya tidak sengaja menarik sebuah kabel besar yang ternyata bukan kabel router, melainkan kabel utama yang terhubung ke panel listrik dinding.</p>

<p><em>JEDERRRR!</em></p>

<p>Suara ledakan kecil terdengar dari arah panel. Seketika, seluruh rumah gelap gulita. Bukan cuma internet yang mati, tapi lampu, kulkas, televisi, dan AC pun ikut padam.</p>

<p>Hening. Sangat hening.</p>

<p>Rina keluar dari ruang kerjanya dengan wajah panik. "Budi! Apa yang kamu lakukan?! Listriknya kenapa mati?"</p>

<p>Saya berdiri di sana dengan perasaan bersalah, memegang kabel di tangan saya seperti seorang tersangka yang tertangkap basah. "Eee... tadi internetnya mau saya 'segarkan', tapi kayaknya listriknya yang malah ikutan 'istirahat' total," jawab saya dengan suara mencicit.</p>

<p>Kami terpaksa duduk di teras rumah menunggu PLN datang. Rina menatap saya dengan tatapan yang sangat tajam, yang biasanya hanya dia gunakan kalau saya lupa membuang sampah. "Jadi, menurut kamu, mencabut kabel itu cara memperbaiki Wi-Fi?"</p>

<p>"Ya, saya pikir itu teknik *reset* level dewa," jawab saya defensif.</p>

<p>Saat petugas PLN akhirnya datang dan memeriksa panel, dia hanya menggeleng-gelengkan kepala. "Pak, ini *short circuit* karena Bapak menarik kabel utama yang tidak ada kaitannya dengan modem. Ini harus diperbaiki panelnya. Untung Bapak tidak kesetrum."</p>

<p>Saya merasa sangat kecil di depan petugas PLN itu. Rina tidak bisa berhenti menahan tawa, meskipun dia sebenarnya sangat kesal. Malam itu kami habiskan dengan makan malam diterangi lilin, persis seperti kencan romantis, padahal sebenarnya kami sedang menjalani hukuman atas kebodohan saya.</p>

<p>Sejak hari itu, Rina membuat peraturan baru yang tertempel di depan router: "DILARANG MENYENTUH KABEL APAPUN. JIKA INTERNET MATI, CUKUP BERDOA ATAU HUBUNGI PROVIDER. JANGAN JADI AHLI IT DADAKAN."</p>

<p>Pelajaran hari ini: Kadang, menjadi "orang yang bisa diandalkan" itu berbahaya jika kita sendiri sebenarnya tidak tahu apa yang sedang kita lakukan. Biarkan profesional yang bekerja, dan kita cukup jadi penonton saja.</p>
Iklan Dalam Artikel
Iklan Banner Bawah