Iklan Banner Atas

"Smartwatch" Pintar yang Terlalu Jujur

<h1>"Smartwatch" Pintar yang Terlalu Jujur</h1>

<p>Nama saya Reno. Malam ini adalah malam yang sangat krusial. Saya memiliki kencan pertama dengan Bella, wanita yang sudah saya incar selama tiga bulan. Untuk memastikan saya tampil sempurna, saya memakai smartwatch tercanggih yang baru saja dibeliโ€”jam tangan yang konon bisa memantau detak jantung, tingkat stres, hingga emosi penggunanya.</p>

<p>Kami makan malam di restoran yang cukup elegan. Saya sudah menyiapkan daftar pertanyaan menarik untuk dibahas. "Bella, menurutmu apa definisi kebahagiaan sejati?" tanya saya dengan gaya ala pembicara motivasi.</p>

<p>Bella tersenyum. "Wah, berat ya pertanyaannya. Tapi mungkin kebahagiaan itu saat kita bisa jadi diri sendiri tanpa harus sok bijak?"</p>

<p>Tepat saat saya hendak tertawa untuk mencairkan suasana, tiba-tiba smartwatch saya mengeluarkan suara robot yang cukup nyaring di tengah restoran yang sunyi: <strong>"PERINGATAN: DETAK JANTUNG MENINGKAT SIGNIFIKAN. KEMUNGKINAN BESAR PENGGUNA SEDANG BERBOHONG ATAU SANGAT GUGUP. DISARANKAN UNTUK MINUM AIR."</strong></p>

<p>Bella terdiam. Matanya membelalak. Saya merasa wajah saya memerah sampai ke telinga. "Ah, ini... fitur kesehatan dari jam ini memang agak berlebihan," kata saya gugup sambil mencoba mematikan jamnya.</p>

<p>Tapi jam itu justru makin menjadi-jadi. <strong>"TINGKAT STRES TERDETEKSI DI LEVEL MAKSIMAL. PENGGUNA TERLIHAT SEDANG BERUSAHA MENUTUPI SESUATU. APAKAH ANDA INGIN SAYA MENGHUBUNGI IBU ANDA?"</strong></p>

<p>Suasana meja kami jadi sangat canggung. Bella menahan tawa, sementara saya merasa ingin menghilang ke bawah meja. "Ibu saya? Kenapa jam ini mau hubungi Ibu saya?" gumam saya dengan panik.</p>

<p>Tak berhenti di situ, fitur sinkronisasi jam itu ternyata terhubung ke speaker restoran secara tidak sengaja karena Wi-Fi publik. Saat saya mencoba merayu Bella dengan kalimat, "Bella, kamu sangat cantik malam ini," jam tangan saya malah membacakan *to-do list* yang sudah saya buat di aplikasi ponsel:</p>

<p><strong>"PENGINGAT: JANGAN LUPA BERSIHKAN BEKAS NODA KOPI DI KEMEJA SEBELUM KETEMU BELLA. JANGAN LUPA LATIHAN KALIMAT RAYUAN DI DEPAN CERMIN. JANGAN LUPA TANYA TENTANG KOLEKSI KUCINGNYA AGAR TERLIHAT PEDULI."</strong></p>

<p>Lengkap. Rencana saya untuk terlihat natural dan cerdas hancur lebur dalam hitungan detik. Saya duduk terpaku, menatap jam tangan yang sekarang diam seolah tidak terjadi apa-apa.</p>

<p>Bella menatap saya selama beberapa detik, lalu dia tertawa lepas. Bukan tertawa mengejek, tapi tertawa tulus. "Reno, kamu tadi latihan merayu saya di depan cermin? Itu... menggemaskan sekali."</p>

<p>Saya menarik napas panjang. "Iya, dan ternyata jam tangan saya lebih pintar dari saya dalam hal membocorkan rencana saya sendiri."</p>

<p>Malam itu berakhir dengan kami berdua yang justru sibuk menertawakan kebodohan saya. Saya tidak perlu lagi berpura-pura bijak atau cool, karena jam tangan saya sudah membongkar semuanya. Ternyata, kejujuran yang dipaksakan oleh teknologi justru menjadi pembuka jalan yang paling baik.</p>

<p>Sejak hari itu, saya tidak pernah lagi memakai jam tangan saat kencan. Cukup jam dinding saja yang saya lihat, biar tidak terlambat menjemputnya.</p>
Iklan Dalam Artikel
Iklan Banner Bawah