Iklan Banner Atas

Tragedi Memasang Wallpaper Motif Hutan Tropis yang Berakhir Menjadi "Labirin Ruang Tamu" yang Membuat Tamu Tersesat

<h1>Tragedi Memasang Wallpaper Motif Hutan Tropis yang Berakhir Menjadi "Labirin Ruang Tamu" yang Membuat Tamu Tersesat</h1>

<p>Nama saya Budi. Saya memiliki ide jenius untuk merombak ruang tamu saya menjadi bernuansa alam dengan memasang <em>wallpaper</em> motif hutan tropis yang lebat. Saya yakin ini akan membuat rumah saya terlihat seperti tempat liburan mewah di Bali.</p>

<p>Saya membeli 10 gulung <em>wallpaper</em> berpola daun-daun besar yang harus disambung. Saya tidak menyewa tukang karena saya pikir, "Ini kan cuma tempel-menempel, seberapa sulitnya sih?"</p>

<p>Masalah dimulai saat saya memasang lembaran pertama. Saya terlalu fokus menempel bagian atas, sampai saya tidak sadar kalau pola daun di lembaran pertama tidak sejajar dengan lembaran kedua. Bukan hanya tidak sejajar, saya justru memasangnya terbalik. Pohon-pohon di dinding saya sekarang memiliki akar di atas dan dedaunan di bawah.</p>

<p>Saya tetap lanjut karena saya sudah terlanjur basah. Saya memotong bagian yang sisa dengan asal-asalan, membuat motif harimau di tengah dinding menjadi terpotong tepat di bagian kepalanya. Hasil akhirnya? Dinding ruang tamu saya terlihat seperti hutan yang sedang mengalami kiamat; pohon-pohonnya miring, harimaunya tanpa kepala, dan pola daunnya bertumpuk-tumpuk hingga menciptakan efek optik yang sangat membuat pusing.</p>

<p>Malam itu, mertua saya datang berkunjung. Begitu pintu dibuka, beliau langsung berhenti melangkah. Beliau menatap dinding itu dengan mata menyipit. "Budi... ini hutan atau kamu sedang mencoba membuat portal dimensi lain? Kepala saya langsung berputar lihat ini."</p>

<p>Saat beliau melangkah masuk, beliau justru menabrak lemari karena efek optik dari pola yang salah sambung tadi membuat posisi perabotan terlihat seolah-olah bergeser. "Lho, kok lemarinya pindah ke sini?" tanya beliau sambil menggosok keningnya.</p>

<p>Saya hanya bisa tertawa canggung. "Itu desain konsep 'Hutan Abstrak', Bu. Memang sengaja dibuat agar tamu tidak bosan."</p>

<p>Bukan cuma mertua, kurir paket yang datang pun sempat bingung dan bertanya apakah ini rumah atau wahana rumah hantu. Akhirnya, saya menyerah. Seluruh <em>wallpaper</em> itu saya kelupas malam itu juga, menyisakan dinding dengan bekas lem yang berantakan dan cat yang terkelupas di sana-sini.</p>

<p>Sekarang, ruang tamu saya hanya dicat putih polos. Jika ada yang bertanya kenapa tidak pakai hiasan dinding, saya hanya menjawab, "Saya sedang dalam masa transisi untuk kembali ke selera minimalis."</p>

<p>Pelajaran hari ini: Jika kamu bukan ahlinya, jangan pernah mencoba memasang <em>wallpaper</em> dengan pola yang rumit. Terkadang, dinding putih polos jauh lebih indah daripada "hutan tropis" yang membuat tamu merasa seperti baru saja menaiki wahana pemutar di pasar malam.</p>
Iklan Dalam Artikel
Iklan Banner Bawah