<h1>Tragedi "Proyek Swafoto Estetik" dengan Kuda yang Ternyata Punya Selera Humor Tinggi</h1>
<p>Nama saya Fajar. Istri saya, Lita, sangat suka dengan foto-foto estetik yang menunjukkan kedekatan dengan alam. Akhir pekan lalu, saya mengajak dia ke sebuah peternakan kuda yang sedang hits untuk membuat "proyek swafoto". Saya sudah membawa kamera DSLR dan tripod, bahkan saya sudah belajar cara mengambil foto dengan sudut pandang yang dramatis.</p>
<p>Sesampainya di sana, kami menemukan seekor kuda poni yang tampak sangat tenang. "Ini sempurna," kata Lita. "Fajar, tolong foto aku sedang mengelus kuda ini ya, tapi pastikan latarnya cantik."</p>
<p>Saya mengatur tripod dan posisi kamera. "Oke, Sayang, siap ya. Satu... dua... tiga!"</p>
<p>Tepat saat saya menekan tombol rana, kuda itu tiba-tiba menoleh ke arah kamera dengan wajah yang sangat aneh. Dia menjulurkan lidahnya, memicingkan satu mata, dan telinganya ditekuk ke belakang—persis seperti orang yang sedang melakukan *duck face* atau pose konyol di depan kamera.</p>
<p>Lita tidak sadar. Dia terus tersenyum manis ke arah kuda tersebut, sementara si kuda terus melakukan pose konyol di belakang kepalanya. Saya tidak bisa menahan tawa. "Fajar, kenapa ketawa? Bagus nggak fotonya?" tanya Lita penasaran.</p>
<p>Saya menunjukkan hasilnya. Lita melihat layar kamera dan terdiam. Bukan karena jelek, tapi karena kuda itu terlihat lebih "fotogenik" daripada kami berdua. Kuda itu terlihat sedang menertawakan wajah Lita yang kaku karena ingin tampil anggun.</p>
<p>Saya mencoba sekali lagi. Kali ini, saya mencoba mengarahkan posisi kuda itu. "Ayo, sini, Kuda pintar, hadap sana sedikit."</p>
<p>Bukannya nurut, kuda itu malah berjalan mendekati saya, mencium saku kemeja saya, lalu dengan gerakan cepat, dia mengambil kacamata hitam yang saya selipkan di kantong depan. Dia memakai kacamata hitam itu! Dan yang lebih parah, dia tidak berhenti di situ. Kuda itu berdiri tepat di tengah-tengah antara saya dan Lita, lalu dia berpose seperti model sampul majalah dengan kacamata hitam itu tetap bertengger di hidungnya.</p>
<p>Para pengunjung lain mulai berkerumun. Mereka semua mengeluarkan ponsel mereka dan mulai memotret kuda itu. Dalam sekejap, fokus utama peternakan hari itu bukan lagi kami, melainkan kuda poni berpenampilan ala selebritis tersebut.</p>
<p>Saya dan Lita akhirnya menyerah. Kami duduk di bangku taman sambil melihat kuda itu dikerubuti orang-orang yang ingin berfoto dengannya. "Ya sudah, Sayang," kata Lita sambil terkekeh. "Setidaknya, foto estetik kita kali ini punya subjek yang lebih terkenal daripada kita."</p>
<p>Kami pulang tanpa foto romantis, tapi dengan satu foto kuda yang mengenakan kacamata hitam saya. Foto itu kemudian saya unggah ke media sosial, dan dalam satu malam, foto itu viral karena kuda tersebut terlihat jauh lebih keren daripada saya.</p>
<p>Pelajaran hari ini: Jika kamu berencana melakukan sesi foto di peternakan, pastikan kudamu tidak punya bakat terpendam sebagai model profesional. Dan kalau itu terjadi, lebih baik kamu segera pensiun jadi fotografer dan serahkan saja kamera itu pada kudanya.</p>
Tragedi "Proyek Swafoto Estetik" dengan Kuda yang Ternyata Punya Selera Humor Tinggi