<h1>Tragedi "Surga Tersembunyi" di Balik Mesin Cuci</h1>
<p>Nama saya Rian. Minggu pagi ini, saya memutuskan untuk menjadi pahlawan. Istri saya, Sarah, sudah mengeluh selama tiga hari bahwa mesin cuci kami mengeluarkan suara seperti pesawat jet yang sedang lepas landas di dalam kamar mandi. Sebagai pria yang merasa harga dirinya sedikit tersentil oleh peralatan elektronik, saya memutuskan untuk turun tangan.</p>
<p>Dengan berbekal obeng set yang saya beli di marketplace <a href="https://worldsimterra.com/"><strong>Kuatoke</strong></a> bulan lalu—yang baru kali ini saya sentuh—saya membongkar panel belakang mesin cuci. Awalnya semua berjalan lancar. Saya merasa seperti insinyur NASA. Saya berhasil mengeluarkan satu koin lima ratus perak dan sebuah kancing kemeja yang menjadi tersangka utama suara bising tersebut.</p>
<p>Namun, saat saya mencoba menggeser mesin itu sedikit ke depan untuk membersihkan debu di bawahnya, saya menyenggol sebuah kotak kardus kecil yang terselip di sudut gelap, persis di balik mesin cuci.</p>
<p>Awalnya saya kira itu adalah paket belanja online Sarah yang lupa ia buka. Tapi, saat saya mengambilnya, kotak itu terasa sangat ringan. Saya membuka tutupnya dengan perasaan penasaran yang bercampur sedikit rasa bersalah.</p>
<p>Isinya bukan perhiasan. Isinya adalah kumpulan bungkus cokelat kosong, struk kopi mahal, dan sebuah buku catatan kecil. Saya membuka buku catatan itu. Di halaman pertama tertulis dengan huruf besar: <strong>"JURNAL PENYELAMATAN DIRI"</strong>.</p>
<p>Saya membaca isinya, dan jantung saya hampir berhenti. Itu adalah daftar detail tentang berapa banyak "kebohongan kecil" yang Sarah lakukan agar dia bisa punya waktu sendirian tanpa diganggu oleh anak-anak atau saya.</p>
<p>Salah satu poinnya berbunyi: <em>"Hari Selasa, bilang ke Rian mau yoga ke gym. Padahal tiduran di mobil parkiran sambil makan cokelat batangan dan dengerin podcast horor selama 2 jam. Rian percaya banget karena saya pakai baju olahraga."</em></p>
<p>Saya ternganga. Saya ingat hari itu! Saya bahkan sempat memuji betapa disiplinnya dia berolahraga.</p>
<p>Lalu ada lagi: <em>"Pura-pura mesin cuci rusak biar Rian sibuk sendiri di kamar mandi, jadi saya bisa maraton nonton drama Korea di ruang tengah tanpa ditanya-tanya 'lagi nonton apa'."</em></p>
<p>Tepat di saat itu, pintu kamar mandi terbuka. Sarah berdiri di sana dengan handuk di kepala, menatap saya yang sedang terduduk lesu di lantai dengan buku catatan rahasianya di tangan.</p>
<p>Keheningan yang terjadi lebih mengerikan daripada suara mesin cuci yang rusak tadi. Sarah menatap saya, menatap buku catatannya, lalu menatap mesin cuci yang masih terbelah dua.</p>
<p>"Jadi," kata Sarah dengan nada yang sangat tenang, yang justru membuat bulu kuduk saya berdiri, "kamu sudah tahu rahasia 'Surga Tersembunyi'-ku?"</p>
<p>Saya menelan ludah. "B-bisa dijelaskan?"</p>
<p>Sarah tersenyum manis, senyum yang sama yang ia gunakan saat ia ingin saya membelikan tas baru. "Tentu. Tapi sekarang, kamu harus memilih. Mau lanjut memperbaiki mesin cuci itu, atau kamu mau saya bantu membereskan 'gudang rahasia' kamu di garasi yang isinya koleksi action figure yang kamu bilang cuma satu biji padahal ada dua puluh?"</p>
<p>Saya terdiam. Bagaimana dia tahu? Apakah dia punya detektif pribadi?</p>
<p>Seketika itu juga, saya menutup kembali buku catatan itu, meletakkannya kembali ke tempat semula, dan mendorong mesin cuci kembali ke posisinya. Saya menutup panelnya dengan sangat rapat, seolah-olah saya tidak pernah melihat apa pun.</p>
<p>"Mesinnya sudah beres, Sayang," kata saya dengan suara yang sedikit bergetar. "Tadi cuma ada kancing nyangkut. Aman."</p>
<p>Sarah tersenyum, kali ini benar-benar tulus. "Wah, suami idaman memang."</p>
<p>Kami berdua pun kembali ke ruang tamu seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sejak hari itu, saya tidak pernah lagi sok tahu soal perabotan rumah tangga. Dan Sarah? Dia tetap pergi "yoga" setiap Selasa, dan saya? Saya tetap pura-pura percaya bahwa dia memang sedang membentuk otot di gym.</p>
<p>Ternyata, kebahagiaan rumah tangga itu memang butuh kompromi. Dan kadang, kompromi itu berbentuk berpura-pura buta terhadap kotak kardus di balik mesin cuci.</p>
Tragedi "Surga Tersembunyi" di Balik Mesin Cuci